6 tahapan pengembangan software - 1st web indonesia

Tahapan Pengembangan Sistem Informasi / Website / Software

Pengembangan software/sistem informasi dalam skala besar memerlukan perencanaan yang baik agar dapat selesai tepat waktu, menghasilkan produk yang handal serta dapat dipergunakan dengan baik oleh end user/pengguna akhir.

Perencanaan yang baik dilakukan dengan mengikuti tahapan – tahapan pengembangan software sesuai standar yang ada.

Berikut ini 1st Web Indonesia (baca : First Web Indonesia) rangkumkan 6 Tahapan Pengembangan Sistem Informasi / Website / Software.

  1. Business Survey – Bertujuan untuk mengetahui bisnis proses yang berjalan di dalam organisasi.

Pada tahap ini dilakukan hal – hal berikut :

Investigasi permasalahan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi, melihat kemungkinan solusi yang ada.

Menentukan lingkup kerja untuk mengetahui seberapa luas ruang lingkup aplikasi yang akan dikembangkan.

Penyusunan proposal untuk memberikan gambaran umum pelaksanaan proyek, perkiraan lama waktu pengerjaan, teknologi yang akan digunakan, anggota tim yang akan bergabung, serta biaya yang diperlukan.

  1. Requirements Gathering – Bertujuan untuk menggali kebutuhan-kebutuhan dalam membangun sistem.

Setelah proposal disetujui oleh klien dan pembayaran DP(Down Payment) sudah diterima maka proses selanjutnya adalah requirements gathering.

Pada tahap ini digali lebih dalam mengenai segala kebutuhan yang diperlukan dalam membangun sistem yang dikehendaki. Komunikasi dilakukan dengan intens setiap hari.

Gali detail informasi setiap modulnya. Siapa saja yang akan menggunakan? apa saja yang akan dilakukan oleh masing-masing pengguna? dll.

Idealnya pihak klien menugaskan seorang staff menjadi penghubung antara pihak klien dengan vendor software. Dialah yang bertanggung jawab memberikan informasi apapun yang dibutuhkan oleh vendor.

  1. Analysis and Design – Bertujuan untuk menganalisa hasil dari requirement gathering dan menghasilkan design arsitektur yang optimal untuk membangun sistem.

Pada tahap ini biasanya dibuat mockup dari aplikasi yang akan dikembangkan.

Mockup adalah gambaran nyata dari sistem yang dibangun namun fungsi-fungsinya belum berjalan sebagaimana mestinya.

Mockup akan dipresentasikan kepada klien untuk memastikan program aplikasi yang akan dibangun sudah sesuai dengan permintaan. Dengan adanya mockup klien bisa menilai seberapa dalam pemahaman vendor mengenai alur bisnis serta kebutuhan sistem yang akan dibangun.

  1. Development and Testing – Bertujuan untuk melakukan pengembangan sistem dan melakukan testing untuk memastikan sistem yang dikembangkan sudah sesuai rancangan yang sudah ditetapkan / disepakati.

Proses development akan lebih cepat dengan mengikuti mockup yang telah dibangun pada tahap sebelumnya.

Gunakanlah version control seperti GIT atau TFS agar lebih mudah berkolaborasi dengan anggota tim yang lainnya.

  1. Training – Bertujuan untuk memberikan pelatihan penggunaan sistem yang sudah dikembangkan.
  2. Support and Maintenance – Bertujuan memberikan layanan pasca instalasi dan serah terima untuk menjamin sistem dapat digunakan secara optimal sesuai dengan tujuan dan kebutuhan.

Waktu yang diperlukan dalam pengerjaan suatu proyek software / website sangat ditentukan oleh ketersediaan bahan-bahan / konten ( artikel, gambar, data, dll ) dan tentunya tingkat kerumitan dari sistem requirement yang telah ditentukan bersama.

Lama pengerjaan bisa meningkat drastis tergantung dari beberapa hal berikut :

  • Keterlambatan klien mengirim/memberikan bahan – bahan yang diperlukan.
  • Keterlambatan klien menyetujui/menolak mockup / design prototype yang dibuat.
  • Klien bolak balik melakukan perubahan permintaan.

Rata – rata waktu pengerjaan untuk sebuah website informasi adalah 2 – 4 minggu.

Itulah 6 tahapan dalam pengembangan sebuah sistem informasi / website serta hal – hal yang dapat menghambat pengerjaan proyek software.

Ingin membuat website ? Konsultasi Website Gratis

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *